Kan?

Ya, selamat siang para penghiburku, penghibur tidak selalu harus abstrak kan? Menurutku mereka mulia karena mereka bukan orang-orang yang hanya ingin bahagia sendiri, tapi sebaliknya, ingin bahagia dengan para manusia bahkan bukan manusia.

Bahagialah karena kita bukan sebuah ruangan hitam gelap dan sunyi, kita adalah manusia. Bahagialah, karena kita bukan sebuah kesalahan yang patut diperbaiki, bukan dimusnahkan, kita manusia. Bahagialah, karena kita tercipta dari berbagai perasaan dan aku yakin perasaan itu adalah kebahagiaan, dan kita adalah manusia. Dan bahagialah saja, karena kita bukan malaikat dan setan.

Aku kira banyak orang akan menganggapku aneh, berbicara terus menerus tanpa tau arti dari hasil bicaraku dan tanpa tau bagaimana cara menulis dengan aturan-aturan sastra yang baik. Tapi aku mengira juga bahwa, sebenarnya inilah hasil dari pemikiranku yang spontan, dan inilah aku, bukan seorang penulis karena aku tidak meminta royalti, bukan seorang penyanyi karena aku tidak meminta bayaran, bukan seorang presiden karena aku tidak meminta banyak orang memilihku tanpa tau apa hasil kerjaku.

Aku selalu bangga dengan guruku, tapi kalian harus tau hanya beberapa orang saja yang aku anggap guru. Guru utamaku hanyala sebuah kesalahan, aku bersyukur selalu membuat kesalahan, dan inilah hasilnya. Guruku yang lain adalah manusia, manusia-manusia yang pernah melakukan kesalahan dan memperbaikinya dengan cara mereka sendiri, tidak dengan rehabilisasi, sekolah, hukuman, dan semacamnya .

Mengapa banyak orang berfikir bahwa prioritas utama kita hidup adalah untuk menjadi sukses? Aku kira prioritas utama hidup itu adalah menjadi tua. Jika aku tua, aku akan sangat bahagia karena aku bisa melewati masa mudaku, aku bisa merasakan masa mudaku, aku bisa belajar tentang masa mudaku. Aku tidak terlalu bangga jika orang memujiku karena aku masih muda, hey anak muda belum tentu bisa tua kan?

Tapi jangan bicara tentang umur, karena aku menulis bukna untuk membandingkan umur, hanya kegiatan menyimpan pikiran saja. Mari minum kopi dan mendengarkan musik tenang. Aku sedang melakukannya, hanya saja kopiku masih dikantin, dan kantinnya tutup. Musikku terdiri dari kumpulan kata kata yang dibicarakan dengan nada berbeda dan hasilnya adalah indah. Jika aku sedang bernyanyi sebenarnya aku hanya bicara, namun nada-nada bicaraku dibuat berlebihan.

Mengapa manusia menangis? Aku kira menangis baik untuk kesehatan, ya memang benar kan? Menangis bukan selalu untuk mencerminkan bahwa kita sedih, anggapanku yaitu menangis sebagai cara membuang emosi, tidak seluruhnya, hanya sebagian saja, seperti bak mandi yang penuh dengan air, lalu aku mandi dan baknya tidak penuh lagi, dan aku menjadi segar. Maka cari tau sendirilah apa yang aku katakana tadi itu.

Yah, selamat siang, jangan lupa bawa jas hujan, karena hujan kadang manja.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s