“tidak tahu”

Aku sedang di dalam kamarku saat menulis ini, sore yang sangat aku syukuri selama aku masih bisa menulis dan memiliki perasaan. Tentang suatu kebahagiaan yang aku sendiri tidak tau apa isinya. Pernahkah yang lain merasakannya? Aku yakin pernah-pernah saja.

Aku bangga dengan kehidupanku, dengan perasaanku, dan dengan pemikiranku. Aku masih mengingat Tuhanku, mengingat siapa namku, dan mengingat apa hal yang membuatku dapat berkata begini. Ini adalah suatu karya yang indah,  bukan tentang tulisan atau ceritanya, karena aku yakin ini bukan sebuah cerita, hanya kumpula kalimat saja. Aku bangga dengan hidupku, yang dimulai dari ketegangan kelam lalu sedikit-sedikit dipudarkan. Suatu yang pudar memang bukanlah hal yang baik tapi ini lain denganku.

Aku tidak tau sedang menulis apa sekarang, karena aku merasa begitu tenang dengan kecemasanku, begitu senang dengan keadaanku, bukan karena bahagianya, tapi karena menyakitinya. Dan teringat bahwa semakin dalam lubang pondasi, maka semakin kokoh bangunanya. Aku mencoba seperti itu, setiap rasa yang tidak enak atau sakit maka aku aka meyakinkan diri bahwa itu adalah sebuah permulaan untuk menjadi kokoh dan kuat.

Aku sedang bingung sekarang, mengapa Tuhan membiarkanku menjadi tokoh utama? Mengapa Tuhan membiarkanku berlari dan terbang dimana saja aku mau? Bukankah sebuah drama terikat pada skenario? Oh, aku tau sekarang, mungkin Tuhan ingin aku berimprovisasi. Aku sedang bingung sekarang, mengapa Tuhan membiarkanku menjadi seorang manusia? Bukankah manusia akan merusak bumi? Oh mungkin Tuhan ingin aku bisa menari dan menjerit karena itulah yang biasa dilakukan manusia, setiap hari. Menari dalam permasalahan, dan menjerit dalam penyelesaiannya. Menjadi cerdas karena kebodohan, dan menjadi bodoh karena ketidak tahuan.

Mengapa banyak manusia takut mati? Karena mereka belum tau rasanya. Mengapa banyak manusia takut gagal? Karena mereka belum tau rasanya. Tapi guru di sekolahku bilang “Jangan takut gagal, cobalah.” Lalu bagaimana dengan mati? “Apakah guru itu akan berkata “Jangan takut mati, cobalah.”

Yah ini terlalu mencekik mata bukan? Aku juga tidak suka menulisnya, tapi aku nakal.

Ngomong-ngomong tentang nakal, apa ada di dunia ini orang yang tidak pernah melakukan kenakalan? Jika ada, maka bunuhlah dia, hidupnya tidak bahagia. Nakal menurutku adalah hal yang luar biasa, tapi tidak pada pengertian nakal dalam kamus, atau dalam buku pelajaran. Nakal itu merupakan sebuah kebutuhan, dengan pemikirannya masing-masing. Hanya saja dengan berbagai peraturan yang dibuat tanpa berfikir positif pada suatu kenakalan itulah maka nakal sering dihubungkan dengan hal yang negatif. Begitu juga yang ditanamkan pada masa kanak-kanakku, karena nakal selalu berselimutkan hal negatif maka aku akan menganggap nakal itu negatif. Untungnya aku keren, jadi berbeda sekarang.

Mulai lagi aku tidak tau judul apa yang akan aku berikan pada tulisan ini, payahnya memang harus diberi judul. Mari berfikir, dan aku akan memberi judul “tidak tahu”.

Terima kasih, awalnya aku menulis ini sore kemarin, tapi karena aku pemalas dan keren maka aku melanjutkannya siang ini. Selama mendung masih ada, berharaplah yang terbaik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s